Bentuk sastra adalah bagaimana cara pengarang menuliskan hasil sastra. Berdasarkan betuknya sastra terbagi menjadi 4, yaitu :
1. Prosa, menurut pengertian lama prosa adalah karangan bebas, artinya karangan yang tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Prosa digolongkan menjadi 2, yaitu: Prosa lama dan Prosa baru.
2. Puisi, menurut pengertian lama puisi adalah karangan yang terikat, artinya karangan yang harus memenuhi syarat tertentu. Sedangkan menurut pengertian baru puisi adalah karangan yang pekat dan padat isinya. Puisi digolongkan menjadi 2, yaitu : Puisi lama dan Puisi baru.
3. Drama, kata drama berasal dari bahasa Yunani yang berarti gerakan atau pebuatan. Yang dimaksud dengan istilah drama adalah karangan yang disusun dalam percakapan supaya dapat dipentaskan. Ada sejumlah istilah yang memiliki kedekatan makna dengan drama, yaitu:
- Sandiwara. Istilah ini diciptakan oleh Mangkunegara VII, berasal dari kata bahasa Jawa sandhi ang berarti rahasia, dan warah yang berarti pengajaran. Oleh Ki Hajar Dewantara, istilah sandiwara diartikan sebagai pengajaran yang dilakukan dengan perlambang, secara tidak langsung.
- Tonil. Istilah ini berasalh dari bahasa Belanda toneel, yang artinya pertunjukan. Istilah ini populer pada masa penjajahan Belanda.
- Teater. Istilah ini berasal dari kata Yunani theatron, yang arti sebenarnya adalah dengan takjub memandang, melihat. Pengertian dari teater adalah (1) gedung pertunjukan, (2) suatu bentuk pengucapan seni yang penyampaiannya dilakukan dengan dipertunjukkan di depan umum.
- Repertair. Artinya naskah drama
- Lakon. Istilah ini memiliki beberapa kemungkinan arti, yaitu (1) cerita yang dimainkan dalam drama, wayang, atau film (2) karangan yang berupa cerita sandiwara, dan (3) perbuatan, kejadian, peristiwa.
- Pentas. Pengertian sebenarnya adalah lantai yang agak tinggi, panggung, tempat pertunjukan, podium, mimbar, tribun.
- Sendratari. Kepanjangan akronim ini adalah seni drama dan tari, artinya pertunjukan serangkaian tari-tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang penari dan mengisahkan suatu cerita dengan tanpa menggunakan percakapan.
- Opera. Artinya drama musik, drama yang menonjolkan nyanyian dan musik.
- Operet. Opera kecil, singkat, dan pendek.
- Tablo. Yaitu drama yang menampilkan kisa dengan sikap dan posisi pemain, dibantu oleh pencerita. Pemain-pemain tablo tidak berdialog.
4. Prosa Lirik, adalah karangan bentuk prosa yang iramanya terikat. Setiap kalimat mempunyai jumlah suku kata yang hampir sama. Prosa lirik disebut juga bahasa berirama. Sedangkan di daerah Minangkabau disebut kaba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar